Masalah Ekonomi Pertanian dan Solusinya
Banyak persoalan yang dihadapi oleh petani, nelayan, dan peternak. Secara umum, masalah tersebut bisa berhubungan langsung dengan produksi (bercocok tanam/ budidaya, penangkapan, dan beternak) dan pemasafan hasil-hasil pertanian. Dilihat dadi segi ekonomi pertanian, keberhasilan produksi/ panen oleh petani dengan tingkat harga yang di terima untuk hasil produksinya tersebut merupakan faktor yang sangat mempengaruhi perilaku kehidupan petani. Ada beberapa persoalan yang biasa di hadapi oleh petani antara lain.
1. Pendapatan petani hanya diterima setiap musim panen, sedangkan pengeluaran harus di adakan setiap hari, setiap minggu, atau kadang- kadang dalam waktu yang sangat mendesak sebelum panen.
2. Petani hanya dapat menyimpan hasil panen yang besar untuk di jual sedikit demi sedikit pada waktu keperluannya tiba. Namun, karena padatnya penduduk maka lahan milik petani menjadi sangat sempit sehingga hasil tidak cukup untuk hidup layak sepanjang tahun.
3. Yang sangat merugikan petani adalah pengeluaran yang besar kadang- kadang tidak dapat diatur dan di tunggu sampai panen tiba, misalnya kematian dan pesta perkawinan. Dalam hal tersebut petani sering menjual tanaman pada saat masih hijau di sawah atau di kebun. Penjual tersebut biasa disebut ijon sehingga harga yang diterima jauh lebih rendah.
4. Petani memiliki keperluan besar, misalnya memperbaiki rumah, membeli pakaian atau sepeda. Hal itu hanya dapat di penuhi pada masa panen. Namun, umumnya harga hasil pertanian rendah saat panen. Jika hal itu terjadi , sebenarnya petani mengalami dua kali terpukul, yaitu pertama harga hasil panen rendah dan kedua petani harus menjual lebih banyak untuk mencapai uang yang di perlukan.
Solusi yang dapat diberikan untuk mengatasi persoalan- persoalan tersebut adalah melalui pembuatan suatu regulasi pertanian dengan mengusahakan stabilitas harga dan pendapatan petani antara musim yabg satu dengan musim lainnya dari tahun ketahun. Harga dan pendapatan yang rendah akan mengurangi semangat petani berproduksi. Stabilisasi harga dan pendapatan serta ekonomi pada umumnya tidak lepas dari tujuan menciptakan iklim usaha yang baik dalam kegiatan ekonomi, baik dalam bidang pertanian maupun non-pertanian. Sementara itu, masalah yang sering di hadapi oleh nelayan seperti berikut
1. Ketergantungan nelayan terhadap tengkulak sehingga kemampuan tawar-menawar (bargaining) nelayan rendah dalam penentuan harga hasil tangkapannya.
2. Kurang berperannya tempat pelelangan ikan (TPI) dan KUD, misalnya kurang berperannya TPI sehingga harga jual ikan nelayan rendah, sedangkan KUD biasanya lebih mementingankan petani dari pada nelayan. Karena petani dapat memprediksi hasil panennya, tetapi nelayan tidak dapat karena berada dalam ketidak pastian (uncertainty).
3. Terjadi kesenjangan buruh nelayan karena tidak di lakukan pemberian bantuan alat tangkap secara kelompok.
4. Kurangnya perlindungan terhadap nelayan lokal untuk mengelola lautnya dari ancaman eksploitasi nelayan di daerah lain serta penggunaan pukat harimau, bom, dan pottasium.
Solusi yang dapat diberikan untuk mengatasi persoalan-persoalan tersebut pertama, mengurangi ketergantungan nelayan terhadap tengkulak (pedagang ikan) karena dengan adanya tengkulak kemampuan (bargaining) nelayan rendah; kedua, peran TPI ditingkatkan dalam meningkatkan harga jual hasil laut nelayan karena dengan adanya sistem lelang penawaran tertinggi dari pedagang secara otomatis akan meningkatkan hasil nelayan dan KUD untuk nelayan; ketiga, memperbaiki pendapatan buruh nelayan dengan ditingkatkan statusnya menjadi juragan. Bantuan alat tangkap di arahkan kepada kelompok-kelompok nelayan yang anggotanya terdiri dari buruh nelayan sehingga hal tersebut juga dapat menghilangkan kesenjangan diantara mereka; keempat, mengatur sistem bagi hasil antara buruh nelayan dan juragan, misalnya setengah atau sepertiga; kelima, perlindungan terhadap nelayan lokasi dengan memberikan hak untuk mengelola wilayah laut yang ada di dekat lokasi mereka dari persaingan yang tidak imbang dengan nelayan di luar mereka yang nemiliki peralatan yang lebih canggih dan bagus. Selain itu, mengawasi wilayah lain dari penggunaan pukat harimau, bom, dan pottasium. Untuk itu, masyarakat lokal perlu dilibatkan dalam pengelolaan wilayah laut sehingga membantu pemerintah; dan keenam peningkatan pengolahan pascapanen / pascapenangkapan misalnya ikan laut segar diawetkan dan diolah menjadi ikan asin, kerupuk ikan, dan abon ikan.
Nama: Nurvian Al May Muharrom
NIM : 180321100139
Kelas : Agribisnis B
Banyak persoalan yang dihadapi oleh petani, nelayan, dan peternak. Secara umum, masalah tersebut bisa berhubungan langsung dengan produksi (bercocok tanam/ budidaya, penangkapan, dan beternak) dan pemasafan hasil-hasil pertanian. Dilihat dadi segi ekonomi pertanian, keberhasilan produksi/ panen oleh petani dengan tingkat harga yang di terima untuk hasil produksinya tersebut merupakan faktor yang sangat mempengaruhi perilaku kehidupan petani. Ada beberapa persoalan yang biasa di hadapi oleh petani antara lain.
1. Pendapatan petani hanya diterima setiap musim panen, sedangkan pengeluaran harus di adakan setiap hari, setiap minggu, atau kadang- kadang dalam waktu yang sangat mendesak sebelum panen.
2. Petani hanya dapat menyimpan hasil panen yang besar untuk di jual sedikit demi sedikit pada waktu keperluannya tiba. Namun, karena padatnya penduduk maka lahan milik petani menjadi sangat sempit sehingga hasil tidak cukup untuk hidup layak sepanjang tahun.
3. Yang sangat merugikan petani adalah pengeluaran yang besar kadang- kadang tidak dapat diatur dan di tunggu sampai panen tiba, misalnya kematian dan pesta perkawinan. Dalam hal tersebut petani sering menjual tanaman pada saat masih hijau di sawah atau di kebun. Penjual tersebut biasa disebut ijon sehingga harga yang diterima jauh lebih rendah.
4. Petani memiliki keperluan besar, misalnya memperbaiki rumah, membeli pakaian atau sepeda. Hal itu hanya dapat di penuhi pada masa panen. Namun, umumnya harga hasil pertanian rendah saat panen. Jika hal itu terjadi , sebenarnya petani mengalami dua kali terpukul, yaitu pertama harga hasil panen rendah dan kedua petani harus menjual lebih banyak untuk mencapai uang yang di perlukan.
Solusi yang dapat diberikan untuk mengatasi persoalan- persoalan tersebut adalah melalui pembuatan suatu regulasi pertanian dengan mengusahakan stabilitas harga dan pendapatan petani antara musim yabg satu dengan musim lainnya dari tahun ketahun. Harga dan pendapatan yang rendah akan mengurangi semangat petani berproduksi. Stabilisasi harga dan pendapatan serta ekonomi pada umumnya tidak lepas dari tujuan menciptakan iklim usaha yang baik dalam kegiatan ekonomi, baik dalam bidang pertanian maupun non-pertanian. Sementara itu, masalah yang sering di hadapi oleh nelayan seperti berikut
1. Ketergantungan nelayan terhadap tengkulak sehingga kemampuan tawar-menawar (bargaining) nelayan rendah dalam penentuan harga hasil tangkapannya.
2. Kurang berperannya tempat pelelangan ikan (TPI) dan KUD, misalnya kurang berperannya TPI sehingga harga jual ikan nelayan rendah, sedangkan KUD biasanya lebih mementingankan petani dari pada nelayan. Karena petani dapat memprediksi hasil panennya, tetapi nelayan tidak dapat karena berada dalam ketidak pastian (uncertainty).
3. Terjadi kesenjangan buruh nelayan karena tidak di lakukan pemberian bantuan alat tangkap secara kelompok.
4. Kurangnya perlindungan terhadap nelayan lokal untuk mengelola lautnya dari ancaman eksploitasi nelayan di daerah lain serta penggunaan pukat harimau, bom, dan pottasium.
Solusi yang dapat diberikan untuk mengatasi persoalan-persoalan tersebut pertama, mengurangi ketergantungan nelayan terhadap tengkulak (pedagang ikan) karena dengan adanya tengkulak kemampuan (bargaining) nelayan rendah; kedua, peran TPI ditingkatkan dalam meningkatkan harga jual hasil laut nelayan karena dengan adanya sistem lelang penawaran tertinggi dari pedagang secara otomatis akan meningkatkan hasil nelayan dan KUD untuk nelayan; ketiga, memperbaiki pendapatan buruh nelayan dengan ditingkatkan statusnya menjadi juragan. Bantuan alat tangkap di arahkan kepada kelompok-kelompok nelayan yang anggotanya terdiri dari buruh nelayan sehingga hal tersebut juga dapat menghilangkan kesenjangan diantara mereka; keempat, mengatur sistem bagi hasil antara buruh nelayan dan juragan, misalnya setengah atau sepertiga; kelima, perlindungan terhadap nelayan lokasi dengan memberikan hak untuk mengelola wilayah laut yang ada di dekat lokasi mereka dari persaingan yang tidak imbang dengan nelayan di luar mereka yang nemiliki peralatan yang lebih canggih dan bagus. Selain itu, mengawasi wilayah lain dari penggunaan pukat harimau, bom, dan pottasium. Untuk itu, masyarakat lokal perlu dilibatkan dalam pengelolaan wilayah laut sehingga membantu pemerintah; dan keenam peningkatan pengolahan pascapanen / pascapenangkapan misalnya ikan laut segar diawetkan dan diolah menjadi ikan asin, kerupuk ikan, dan abon ikan.
Nama: Nurvian Al May Muharrom
NIM : 180321100139
Kelas : Agribisnis B

Mantap sangat bermanfaat
BalasHapusBermanfaat kak
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusIsinya ini kalo menurut sayaa lebih menitikberatkan pada masalah nelayan alangkah lebbih baiknya anda membahas juga tentang petani karena yang lagi marak maraknya sekarang adalah masalah pada petani
BalasHapusIsinya bagus terima kasih
Trima kasih kritik dan sarannya.
HapusBagus banget
BalasHapusAsyiap, terus berkarya kawan πππ
BalasHapusSiaappp. .
HapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusDapat mengetahui masalah-masalah yang di hadapi para nelayan ketika melaut mencari ikan
BalasHapusMantul bingits adek kuuh....ππππ
BalasHapusMakasih kak. .
HapusSangat membantu :) lanjutkan π
BalasHapusMantapppπͺ
BalasHapusNice
BalasHapusSangat bermanfaat karna bisa mengetahui masalah yg dhdapi nelayan dan petani serta solusinya..
BalasHapusTtimakasih semoga solusi pertanian di atas bermanfaat. .
HapusSdh bagus isinya, perlu disempurnakan lagi. Sedikit menambahkan masalah pertanian adalah besarnya biaya produksi dan tidak stabilnya harga. Jadi perlu regulasi yg tepat sehingga biaya produksi rendah dg cara adanya subsidi pupuk dan alat2 pertanian juga penanganan ketika hasil produksi melimpah seperti bagaimana penanganan pasca panen dsb. Terus menulis dan tetap semangat
BalasHapusOk trimakasih masukan dan sarannya. .
HapusSangat bermanfaat karena masih ada pemuda yang peduli terhadap mata pencahariannya sendiri, dan tidak hanya dalam bentuk tulisan semoga dapat diterapkan langsung, lanjutkan untuk terus berkarya.��
BalasHapusKritikan dari saya ada sedikit bahasa yang kurang jelas semoga lain kali dapat diperbaiki agar pembaca mudah memahami.. sekian terimakasih.
Siap. . Trimakasih masukan dan sarannya
HapusSemoga informasi ini bisa menyelesaikan masalah petani dan nelayan
BalasHapusAammiinn. .
HapusNice
BalasHapusNice,
BalasHapussalam dari anak agro
Makasih. Dan waalaikum salam.
HapusMantap
BalasHapusBagus
BalasHapusNice
BalasHapusSangat bermanfaat
BalasHapusBagus
BalasHapusNice
BalasHapusSangat bermanfaat semoga bisa menambah wawasan saya mengenai pertanian
BalasHapusTerima kasih semoga bermanfaat
HapusBaguss bermanfaat
BalasHapus